Senin, 18 Februari 2013

Masalah Jerawat

Cara menghilangkan jerawat memang agak membingungkan terutama bagi seseorang yang menginjak masa puber. Di masa ini seseorang beralih dari masa anak - anak ke masa remaja yang penuh dengan kehidupan labil. Semua hal yang berkaitan dengan masa puber dianggap sebagai masalah besar termasuk tumbuhnya jerawat pada wajah. Wajah yang semula halus, putih dan mulus terutama bagi wanita mulai menunjukkan gejala yang tidak mengenakkan. Bintik - bintik calon jerawat mulai tumbuh hal ini dapat mengakibatkan tekanan batin yang berkepanjangan.





Oleh sebab itu perlu adanya tindakan pencegahan dalam menghadapai jerawa. Lebih baik lagi bila dimasa puber, remaja mulai dikenalkan dengan ilmu kesehatan yang berkaitan dengan pertumbuhan dirinya. Misalnya perubahan siklus menstruasi dan hormon. Beberapa wanita memiliki tingkat sensitifitas terhadap lingkungannya berbeda. Ada yang terkena debu tidak apa -apa tapi dilain sisi ada yang terkena debu saja sudah terserang penyakit influensa. Begitu juga saat menstruasi, ada yang biasa saja tapi ada pula yang kesakitan bahkan efeknya sampai diwajah, yaitu wajah tumbuh jerawat. Nah, sebagai orang tua kita harus bijak mengenalkan cara menghilangkan jerawat yang baik tanpa menyakiti diri sendiri.


Kali ini saya akan membahas bagaimana cara menghindari jerawat secara alami agar tidak menimbulkan efek samping yang berkepanjangan.


1. Hindari Makanan Berlemak
Salah satu cara yang dapat kita terapkan untuk mengatasi masalah jerawat adalah menyuruh buah hati yang menginjak masa puber untuk mengurangi bahkan menghindari makanan berlemak. Kebanyakan wanita ( terutama yang berduit ) suka sekali jajan makanan yang mengandung kacang-kacangan, yoghurt, coklat, dan makanan berlemak tinggi lainnya. Jika dikonsumsi secara berlebihan menimbulkan dampak yang negatif bagi kelangsungan sirkulasi tubuh.


2. Biasakan makan makanan berserat
Sayur dan buah - buahan adalah sumber serat terbaik bagi tubuh. Tidak ada makanan buatan dari pabrik yang memiliki kandungan serat alami sepert yang terkandung pada sayuran dan buah segar. Sebaiknya konsumsi buah dan sayur secara teratur setiap hari dan kurangi makanan berlemak.


3. Minum Air Putih sebanyak mungkin
Tubuh manusia 60% terdiri dari cairan, jika tubuh kekurangan cairan akan menyebabkan dehidrasi yang berimbas pada penyakit kronis lainnya. Sebaiknya minum air kurang lebih 2500 - 3000 cc setiap hari. Jika konsumsi air putih teratur sirkulasi tubuh akan tetap terjaga kesehatannnya. Bahkan, saat ini sudah ada terapi air putih untuk menyembuhkan beberapa penyakit yang cukup mengganggu.


4. Istirahat yang cukup

Hal ini karena tubuh kita memerlukan waktu untuk melakukan pemulihan agar sistem metabolisme lancar. Tidur terlalu larut malam hanya akan memperparah timbulnya jerawat. Stres juga salah satu faktor penyebab jerawat karena akan mengganggu kerja hormon dalam tubuh sehingga keseimbangannya tidak terjaga.




5. Produk
Pandai memilih produk adalah salah satu yang harus di prioritaskan, hati-hati dengan produk-produk yang kini beredar dengan efek yang timbul secara instan. Memang tidak semua produk perawatan anti jerawat cocok dengan kulit kita, namun dengan sebuah usaha dan keyakinan akan mempengaruhi hasil kerja produk tersebut. Berganti-ganti produk salah satunya. Kita harus yakin bahwa perawatan ataupun pengobatan memerlukan jangka waktu. Untuk itu gunakanlah produk dengan kontinyu, tidak mudah putus asa dan dilakukan dengan pikiran positif, karena sugesti mempengaruhi kerja tubuh kita.

Nah itulah sedikit tips dari saya yang dapat Anda gunakan sebagai cara menghilangkan jerawat. Cukup mudah dilakukan dan sederhana tapi bila jerawat sudah terlanjur tumbuh jangan menyentuhnya atau sampai memencet jerawat tersebut karena dapat menimbulkan bekas luka jerawat yang tidak bisa hilang seumur hidup. Cara menghilangkannya dengan yaitu berilah bahan alami seperti madu, kulit jeruk atau lemon, mentimun, pepaya, dan putih telur.

Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan

Indonesia merupakan Negara Ke-2 terbesar konsumsi mienya di dunia setelah Cina. Mie awalnya ditemukan dan dibuat di Cina yang kemudian menyebar keseluruh dunia. Termasuk Indonesia. Mie sendiri merupakan makanan yang terbuat dari bahan dasar tepung terigu dari gandum, sagu, beras atau dari bahan dasar lainnya yang umumnya  dari bahan dasar makanan pokok. Yang kemudian di olah menjadi bentuk kecil pipih memanjang. Di Indonesia sendiri mie banyak diolah lebih lanjut ke berbagai jenis olahan makanan. Antara lain : Mie ayam, Mie Tek Tek, Soto, Campuran pada Bakso, Mie Instan dengan berbagai rasa dimulai dari rasa kari, ayam, soto, gulai, dan lain – lain.
Melihat bahan dasar mie yang terbuat dari tepung gandum, Beras, sagu, dan lain – lain, seharusnya mie juga termasuk makanan sehat seperti halnya bahan bakunya yaitu gandum, beras, maupun sagu. Lalu kenapa beberapa penelitian mengajurkan untuk tidak mengkonsumsi mie dalam jumlah yang banyak dan intensitas yang terlalu sering ? ini dikarenakan mie pada zaman dulu dengan mie dengan zaman sekarang sudah berbeda. Mie di zaman dulu hanya menggunakan bahan – bahan alami tanpa pengawat makanan, namun zaman sekarang mie sudah banyak di tambahkan bahan pengawet makanan, bahkan ada yang menambahkan pengawet mayat yaitu formalin. Hiiii serem juga ya... Tapi terdang kita terbuai oleh rasanya yang enak sehingga lupa akan dampak dan bahayanya. Tidak bisa dielakan juga, bahwa saya juga demen makan mie, khususnya mie instan dan mie Ayam sebab rasanya yang memang enak.. hehehe.
Sahabat pembaca, baiknya kita sedini mungkin mengurangi konsumsi mie instan atau kalau bisa menghindarinya. Sebab mie instan sangat tidak baik untuk kesehatan. Apa lagi mie ayam, karena beberapa penelusuran, mie ayam yang identik dengan banyak saus tersebut, ternyata saus tersebut banyak dibuat dari bahan yang benar – benar tidak layak untuk dimakan dan sangat membahayakan kesehatan. Agar anda lebih jelas mengetahui bahayanya berikut saya paparkan tentang kandungan dan bahaya Mie Instan.
Kandungan Mie Instan

Mie dibuat dari campuran tepung, minyak sayur, garam, dan beberapa bahan aditif seperti natrium polifosfat (berfungsi sebagai pengemulsi/penstabil), natrium karbonat dan kalium karbonat yang berfungsi sebagai pengatur asam. Selain itu, mie juga ditambahkan zat pewarna kuning (tartrazine).

Selain mie itu sendiri, ada pula bumbu mie yang banyak mengandung garam, cabe, dan bumbu-bumbu lain. Bumbu mie instan juga tak lepas dari zat aditif makanan seperti MSG (monosodium glutamat) yang berfungsi sebagai penguat rasa.
Penelitian laboratorium Fakultas Kedokteran Univ. Indonesia membuktikan bahwa 100%, atau SELURUH sampel mie instan yang beredar di pasaran MENGANDUNG BAHAN PLASTIK yang tentunya sangat berbahaya bagi pencernaan.

Dr. Hasan Budiman, kepala laboratorium Fakultas Kedokteran UI menyatakan, bahwa dalam SELURUH sampel yang diambilnya di pasar swalayan, toko-toko, dan warung di wilayah DKI dan sekitarnya ditemukan bahan plastik yang tidak mungkin bisa dicerna dalam sistem pencernaan kita. Luas diketahui bahwa plastik adalah bahan yang tidak mungkin terurai secara alamiah, dan merupakan bahan yang sangat berbahaya untuk dikonsumsi.
Kandungan-kandungan yang berbahaya tersebut sangat tidak baik dikonsumsi oleh tubuh. Apalagi jika kita mengkonsumsi mie instan dalam waktu yang lama dengan intensitas yang sangat tinggi. Pastinya penyakit akan mudah dan hinggap di tubuh kita.

Bahaya Makan Mie Instan
Beberapa penyakit berikut ditengarai akibat terlalu banyak makan mie instan.

Penyebab kanker

Mie instan banyak mengandung zat aditif seperti MSG yang bisa menjadi pemicu kanker dalam tubuh. Banyak kasus nyata tentang orang yang sakit dan diduga disebabkan karena terlalu banyak mengkonsumsi mie instan. Karena itu, sebaiknya Anda pun mulai mengurangi mengkonsumsi makanan ini.

Chinese restaurant syndrome
Bahaya makan mie instan yang satu ini lebih mirip keracunan. Hal ini disebabkan oleh MSG yang terdapat pada bumbu mie instan. Ada beberapa orang yang tidak tahan dengan MSG, lalu kemudian merasa pusing dan sesak nafas. Namun penyakit ini tidak terlalu fatal, karena akan sembuh setelah 2-3 jam kemudian.

Kerusakan jaringan otak
Mengkonsumsi mie instan terus-menerus sama dengan menumpuk zat-zat kimia berbahaya dalam tubuh dan efeknya bisa merusakkan sel-sel jaringan otak. Akibatnya, akan terjadi penurunan transmisi sinyal dalam otak. Selain itu, kerusakan jaringan sel otak ini juga akan memicu penyakit-penyakit lain seperti stroke atau keumpuhan.
Lalu bagaimana cara agar kita bisa tetap mengkonsumsi mie namun tetap aman bagi kesehatan ? Jawabnya : dengan membuat sendiri mie di rumah. Caranya mudah kok, ya walaupun membutuhkan waktu yang lebih. Tapi apa salahnya dilakukan demi kesehatan kita juga. Berikut caya membuat mie :

Bahan :
250 g tepung terigu
1 sdt garam
2 kuning telur, kocok sebentar
1 sdm minyak zaitun
100 ml air

Cara Membuat :
Campur tepung terigu dan garam, aduk rata. Tuang telur, minyak zaitun, dan air. Uleni adonan hingga tidak lengket di tangan. Gilas adonan dengan penggiling adonan mie nomor 1, lipat dua dan gilas kembali. Gilas kembali dengan nomor 2, lipat dua, gilas kembali. Ulangi dengan nomor 3 dan 4 dan taburi dengan tepung terigu. Masukkan lembaran adonan dalam alat pembentuk mi. Taburi mie dengan tepung terigu dan gulung. Taruh dalam wadah kedap udara sebelum digunakan.
Gimana ? masih ingin tetap konsumsi mie instan namun akan mengganggu kesehatan anda atau membuat  mie sendiri sehingga aman untuk kesehatan. Ya... pilihan ada di tanggan anda.^^