OKE berbicara mengenai bakat, menurutku setiap orang adalah individu yang unik. Setiap orang juga
bertanggung jawab atas dirinya sendiri untuk menemukan misi hidupnya
masing-masing. Agar kita bisa berkontribusi maksimal, tentunya akan sangat baik
bila kita bekerja di bidang yang paling sesuai dengan keunikan kita. Ibaratnya
bisa menjadi ikan dalam air, atau burung di udara.
Belajar ataupun bekerja pada bidang-bidang yang diminati terlebih
lagi didukung dengan bakat serta talenta yang sesuai, akan memberi semangat
dalam mempelajari atau menjalaninya. Tapi seringkali kita memilih suatu jurusan atau bidang studi karena terbawa dan ikut teman-temannya, atau memilih bidang yang
sedang popular, tanpa sempat mencerna terlebih dahulu dan memahami bidang yang
akan dipelajari, menjadi apa setelah selesai sekolah ataupun lebih jauh lagi
mengenali bidang pekerjaan seperti apa yang akan digelutinya sesuai dengan
latar belakang pendidikannya tersebut.
Masa remaja merupakan
masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Pada periode ini anak mencapai
kematangan fisik dan diharapkan pula disertai dengan kematangan emosi dan
perkembangan sosialnya. Karena masa peralihan maka remaja pada umumnya masih
ragu-ragu akan perannya dan menimbulkan krisis identitas. Dalam usaha menemukan
jati dirinya dalam arti mengatahui kebutuhan-kebutuhan pribadi serta tujuan
yang ingin dicapai dalam hidupnya, maka pengembangan bakat dan minat remaja
sangat penting. Dan dalam mengembangkan kompetensinya remaja tetap membutuhkan
bimbingan dari orang tua dan lingkungan rumah maupun sekolah.
Mengembangkan
bakat dan minat bertujuan agar seseorang belajar atau dikemudian hari bisa
bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta bakat dan
minat yang dimilikinya sehingga mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk
belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias.
Berikut
adalah pengertian bakat menurut para ahli, diantaranya adalah:
1. Crow dan Crow : Bakat merupakan kualitas yang
dimiliki oleh semua orang dalam tingkat
yang beragam.
2. William B. Michael : bakat adalah kapasitas
seseorang dalam melakukan tugas, yang sedikit sekali dipengaruhi atau
tergantung dari latihan.
3. Brigham : Bakat adalah kondisi, kualitas, atau
sekumpulan kualitas yang dititik beratkan pada apa yang dapat dilakukan
individu (segi performance/kinerja) setelah individu mendapat latihan.
4. Woodworth dan Marquis : bakat adalah prestasi
yang dapat diramalkan dan dapat diukur melalui tes khusus.
5. Guilford : bakat adalah kemampuan kinerja yang
mencakup dimensi perseptual, dimensi psikomotor, dan dimensi intelektual.
Bakat (aptitude)
mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potensial ability) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk
mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus. Bakat berbeda dengan
kemampuan (ability) yang mengandung
makna sebagai daya untuk melakukan sesuatu sebagai hasil dari pembawaan
dan latihan. Maka dapat disarikan bahwa bakat masih merupakan suatu
potensi yang akan muncul setelah memperoleh pengembangan dan latihan, sedangkan
kemampuan dan kapasitas sudah merupakan suatu tindakan yang dapat dilaksanakan
atau akan dapat dilaksanakan.
Jadi, yang disebut dengan bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh
pengetahuan dan keterampilan, baik yang bersifat umum maupun untuk bersifat
khusus.
“Dengan
bakat, seseorang berkemungkinan untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu.
Tetapi untuk mewujudkan bakat kedalam suatu prestasi diperlukan latihan”.
Bakat bukanlah merupakan sifat tunggal,
melainkan merupakam sekelompok sifat yang secara bertingkat membentuk bakat.
Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan.
Sehingga mungkin saja seseorang tidak mengetahui dan mengembangkan bakatnya
sehingga tetap merupakan kemampuan yang latent.
Bakat tidak terlepas dari yang namanya minat.
Menurut John Holland, minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang
membangkitkan perasaan ingin tahu, perhatian, dan memberi kesenangan atau
kenikmatan. Minat dapat menjadi indikator dari kekuatan seseorang di area tertentu
di mana dia akan termotivasi untuk mempelajarinya dan menunjukkan kinerja yang
tinggi. Bakat akan sulit berkembang dengan baik apabila tidak diawali dengan
adanya minat pada bidang yang akan ditekuni.
A.
Karakteristik Bakat
Bakat merupakan
potensi yang dimiliki oleh seseorang
sebagai bawaan sejak lahir, sehingga:
·
Bakat adalah
suatu bentuk kemampuan khusus, yang memungkinkan seseorang memperoleh
keuntungan dari hasil pelatihannya sampai satu tingkat lebih tinggi
·
Bakat merupakan
potensi dan bukan sesuatu yang sudah benar-benar nyata dengan jelas. Bakat
lebih sebagai kemungkinan yang masih harus diwujudkan
·
Bakat merupakan
suatu karakteristik unik individu yang membuatnya mampu melakukan suatu
aktivitas dan tugas secara mudah dan sukses.
B.
Jenis-jenis Bakat Khusus
Bakat khusus atau talent adalah kemampuan bawaan yang berupa potensi khusus yang jika
memperoleh kesempatan dengan baik untuk pengembangannya, akan muncul sebagai
kemampuan khusus dalam bidang tertentu sesuai potensi tersebut.
Setidaknya ada lima jenis bakat khusus itu,
baik yang masih berupa potensi ataupun yang sudah terwujud:
1. Bakat akademik khusus
Misalnya: bakat untuk bekerja dalam
angka-angka (numeric), logika,
bahasa, dan sejenisnya.
2. Bakat kreatif-produktif
Artinya bakat dalam menciptakan sesuatu
yang baru, misalnya; menghasilkan rancangan arsitektur terbaru, teknologi
terbaru, dan sejenisnya.
3. Bakat seni
Misalnya: mampu mengarasemen musik dan
sangat dikagumi, mampu menciptakan lagu hanya dalam waktu 30menit lengkap
dengan syair dan notasinya, mampu melukis dengan sangat indah dalam waktu
singkat,dll.
4. Bakat sosial
Misalnya: sngat mahir dalam melakukan
negosiasi, sangat mahir dalam menawarkan produk, sangat mahir dalam mencari
koneksi, sangat mahir dalam berkomunikasi, dalam organisasi, sangat mahir dalam
kepemimpinan, dll.
5. Bakat kinestetik/psikomotorik
Misalnya memiliki kemampuan luar biasa
dalam bidang sepak bola, bulu tangkis, tenis, keterampilan teknik, dan
sebagainya.
C. Faktor-faktor
yang memperngaruhi Perkembangan bakat
Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi
perkembangan bakat khusus yang secara garis besar dapat dikelompokan menjadi
faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor dari dlam diri
individu, diantaranya adalah:
1. Minat
2. Motif berprestasi
3. Keberanian mengambil resiko
4. Keuletan dalam menghadapi tantangan
5. Kegigihan atau daya juang dalam mengatasi
kesulitan yang timbul.
Adapun faktor
eksternal yaitu yang berasal darilingkungan individu tumbuh dan berkembang,
yaitu meliputi:
1. Kesmpatan maksimal untuk mengembangkan diri
2. Sarana dan prasaarana
3. Dukungan dan dorongan orang tua/keluarga/teman
4. Lingkungan tempat tinggal
5. Pola asuh orang tua
D.
Mengenali dan Mengembangkan Bakat
Dari sebuah buku
yang berjudul “Now, Discover Your
Strengths” karya Marcus Buckingham.
Setiap orang adalah individu yang unik. Setiap orang juga bertanggung jawab
atas dirinya sendiri untuk menemukan misi hidupnya masing-masing. Agar kita
bisa berkontribusi maksimal, tentunya akan sangat baik bila kita bekerja di
bidang yang paling sesuai dengan keunikan kita. Ibaratnya bisa menjadi ikan
dalam air, atau burung di udara.
Mengenali bakat
merupakan hal yang gampang-gampang susah. Kenalkah Anda dengan JK Rowling?
Seorang penulis Harry Potter yang buku terakhirnya terjual 8.9 juta hanya dalam
waktu semalam di Amerika dan Inggris saja. Semula dia kerja sebagai pelayan
toko. Hidupnya susah karena pendapatan yang pas-pasan. Tak disangka dia
ternyata berbakat mendongeng. Setiap malam dia mendongeng kepada anaknya, yang
kemudian oleh anaknya diceritakan kembali kepada teman-temannya. Tak disangka,
dari sanalah muncul motivasi menulis buku fiksi Harry Potter yang ternyata
sukses luar biasa di pasaran.
Bagaimana kita
bisa mengenali bakat kita sendiri?
Berikut ini empat
hal yang bisa dijadikan dugaan awal terhadap apa bakat kita, yaitu : reaksi
spontan, tanda masa kecil, cepat belajar, dan kepuasan.
Reaksi spontan
Langkah pertama
mengenali bakat adalah memperhatikan reaksi spontan kita terhadap situasi yang
muncul. MIsalnya Anda sedang berjalan-jalan di keramaian. Tiba-tiba ada
teriakan keras, “Copeet…!” Apa reaksi Anda? Lari mengejar copet? Menghibur
korban? Berdiri mematung menganalisa situasi? Bertanya-tanya ke beberapa orang,
membuat konfirmasi atas kejadian sebenarnya? Semua itu adalah pilihan yang
mungkin diambil. Manakah pilihan spontan Anda? Kalau Anda langsung bertindak,
berarti Anda orang yang praktis dan desisif (membuat keputusan cepat). Pada
satu situasi yang mendesak bakat mental seperti ini sangat berguna, karena Anda
segera bertindak. Pada situasi yang lain, bakat ini justru merugikan, misalnya
karena tidak melakukan konfirmasi maka bisa terjebak pada kesalahan penilaian.
Bukankah bisa saja yang teriak “copeet..” itu ternyata adalah temannya si copet
yang mengalihkan perhatian? Bisa saja ada orang lain yang kemudian menjadi
salah sasaran Anda gebukin padahal dialah korban copet yang sesungguhnya.
Yang penting
adalah, mengenali reaksi spontan kita. Apakah kita orang praktis? Apakah kita
orang analitis? Apakah kita orang yang waspada (sehingga melakukan konfirmasi
lebih dahulu)?
Contoh lain,
misalnya Anda diajak datang ke sebuah pesta. Apakah Anda akan langsung berbaur
dan mengobrol dengan orang lain, bahkan dengan orang yang baru Anda kenal?
Ataukah Anda mengambil segelas minuman, lalu berdiri di pojok mengamati orang-orang
lain? Atau Anda sibuk dengan ponsel Anda sendiri kirim-kirim SMS ke orang lain
dan tidak peduli dengan pesta? Hal ini menunjukkan apakah pribadi Anda
introvert (cenderung ke dalam) atau extrovert (cenderung ke luar).
Semua reaksi
spontan Anda menunjukkan bakat mental yang sering disebut kepribadian.
Tanda masa
kecil
Tanda masa kecil
(yearnings) menunjukkan apa bakat natural Anda. Von Neumann, lahir di Hungaria
tahun 1903, adalah perumus dasar-dasar komputer. Pada usia 6 tahun telah mampu
menghitung pembagian 8 angka hanya di kepala. Pada usia 8 tahun dia sudah
belajar kalkulus. Dia juga punya ingatan fotografik, cukup membaca sekilas buku
telepon, dia bisa mengingatnya kembali dengan persis. Von Neumann menjadi
peletak dasar-dasar komputer. Dia juga arsitek yang merancang bom atom Fat man,
yang dijatuhkan di Nagasaki oleh tentara sekutu.
Anna Mary
Robertson Moses lahir di pertanian dekat New York. Sejak kecil dia senang
mencampur warna, dan membuat sketsa indah dari berbagai buah-buahan. Namun
kehidupan pertanian membuatnya tak lagi melukis hingga 40 tahun lamanya. Pada
usia 78 tahun barulah dia memiliki waktunya untuk melukis. Selama 23 tahun
kemudian hingga saat kematiannya, Moses melukis ribuan karya, dan kemudian
terkenal sebagai artis lukis Grandma Moses.
Apa ciri bakat
kita saat masa kecil? Pada bidang apa karya Anda masa kecil diakui oleh
lingkungan?
Cepat
belajar
Cepat belajar
(rapid learning/ fast learning) merupakan tanda bahwa Anda berbakat pada bidang
tersebut. Terkadang kita sendiri tidak tahu, sampai suatu ketika mendapat
kesempatan mempelajari hal baru, dan… blam! rasanya begitu mudah menguasainya.
Henri Matisse
tidak pernah menyentuh kuas hingga usia 21 tahun. Pekerjaan sehari-hari adalah
klerk seorang pengacara. Sampai suatu ketika dia sakit flu berat, sehingga
harus istirahat di tempat tidur. Ibunya berusaha mencarikan kegiatan pengisi
waktu. Saat itulah ibunya memberikan seperangkat kuas dan cat. Empat tahun
berikutnya dia diterima sebagai mahasiswa berbakat di sekolah seni Paris.
JK Rowling,
penulis Harry Potter, juga tidak menyadari punya bakat mendongeng hingga
teman-teman anaknya menyatakan begitu menariknya kisah Harry Potter. Kini dia
wanita kedua terkaya di Inggris, kalah hanya oleh Ratu Elizabeth.
Jim Clark,
seorang dosen yang jenius namun hidupnya kacau balau hingga 2 kali
perkawinannya hancur. Lulus SMA dia melamar sebagai tentara Navy. Prestasinya
sebagai kelasi begitu buruk sehingga sering dibilang bodoh oleh para atasannya.
Sampai suatu ketika salah seorang instrukturnya bilang sebaiknya dia kuliah
saja, karena tampaknya dia punya bakat matematika. Dan benar, dia meraih PhD di
Computer Science! Setelah itu dia menjadi dosen. namun kebiasaan buruknya yang
sering mengabaikan keluarga membuatnya bercerai. Tahun 1978 dia juga dipecat
dari New York Institute of technology karena membangkang. Tak dijelaskan
bagaimana, dia bergabung ke Stanford University. Pada usia 38 tahun, Clark yang
menderita depresi berat, tiba-tiba menemukan pencerahan. Ternyata kehidupan
kacaunya itu dikarenakan dia terlalu kreatif sehingga selalu mencari hal baru.
Clark terlalu banyak ide. Sejak itu dia mendirikan perusahaan bernilai milyaran
dolar, mulai dari Silicon Graphic Inc. (SGI), Netscape (pembuat browser
internet), hingga Healtheon (perusahaan medical di internet) yang semuanya
sukses besar jual saham dalam IPO. Bakat Jim Clark adalah ide dan visinya.
Tentunya Anda
juga ingat dengan Kolonel Sanders. Dia memulai bisnis ayam goreng di usia 66
tahun. Ternyata bisnis restoran adalah hal yang menarik dan mudah dia pelajari.
Kalau ada bidang yang Anda begitu cepat
menguasainya, mungkin di situlah bakat Anda.
Kepuasan
Ciri-ciri kita
berada di jalur yang benar adalah kalau kita merasa puas dengan apa yang kita
lakukan. Orang-orang yang sukses di berbagai bidang menunjukkan kepuasan
terhadap pekerjaan mereka, baik pekerjaan itu menghasilkan banyak uang maupun
tidak. Kalau Anda senang melihat orang lain tumbuh karena bimbingan kita, maka
Anda berbakat menajdi pembina/pendidik. Kalau Anda puas dengan menciptakan hal
baru, yang unik dan beda, mungkin Anda berbakat menjadi kreator. Kalau Anda
puas bisa traveling ke berbagai penjuru dunia, mungkin Anda berbakat menjadi
explorer, seperti Marco Polo dan Ibnu Batutah.
Seringkali yang
membuat puas bukanlah sesuatu yang tampak secara fisik. Anda mungkin dosen,
yang kadang suka kadang tidak dengan pekerjaan Anda. Setelah diteliti lebih
lanjut, ternyata Anda malas mengajar, tapi selalu tertarik dengan berita-berita
riset terbaru. Jadi sebenarnya bakat Anda ada di riset, jadi bisa berada dimana
saja, misalnya bergabung dengan grup riset di perusahaan besar. Seingat saya,
Bondan Winarno adalah seorang pegawai maskapai penerbangan (atau di sekitar
itu) yang melakukan banyak perjalanan ke luar negeri. Namun dia lebih dikenal
sebagai kolumnis di majalah, yang menceritakan banyak pengalamannya saat pergi
ke berbagai negara. Ternyata hobi dia yang lain adalah makanan (kuliner), bukan
sebagai pembuat tapi sebagai penikmat makanan. Sekarang dia mengasuh rubrik
kuliner di salah satu stasiun TV. Mungkin dia memang berbakat menjadi seorang
explorer.
Apa saja yang
membuat Anda puas?
Apapun kondisi
dan pekerjaan Anda sekarang, tidak ada salahnya untuk terus mencari bakat
terbaik kita. Kadang memang kita sendiri, entah kenapa, tidak peka dengan
panggilan bakat kita. Tugas kita menemukannya, sampai kapanpun itu akan
ditemukan. Seperti kata bijak dari timur, ” Setiap diri kita ini mempunyai
misi, tugas kita adalah menemukan dan menjalaninya.”
Cara
lain untuk mengenali bakat bisa juga dengan cara:
·
1. Melalui
pengalaman: Ketika mencoba hal tertentu,
ternyata mengalami banyak kemajuan.
· 2. Mengikuti test
bakat, yang sekarang tersedia beberapa
test kemampuan / kecerdasan. Tes IQ, ESQ, Tes sidik jari jempol, tes
serabut otot, dll.
3 3. Memadukan antara pengalaman dan tes bakat, kadang hasilnya lebih meyakinkan.
Semoga berhasil dan sukses yaa... :)

ceu tulisanana ulah ku warna koneng atuh teu jelas macana ceu!
BalasHapusIyah sip",, ekeu juga dr kmaren mu dgnti cuma lom sempet,,he.. thx :)
BalasHapus